Segini Insentif Jumbo Jatim dari Kemendagri atas Angka Pengangguran
Reporter : Editor 02
Ekonomi
Jumat, 5 Juni 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Yogyakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) diganjar dana insentif fiskal jumbo sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat setelah dinilai sukses menjalankan program pembangunan ketenagakerjaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kucuran dana segar ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Bumi Majapahit dalam menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang dihelat oleh Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan beserta insentif tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026) malam.
Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini sekaligus merefleksikan keberhasilan indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang konsisten dikawal lewat program Nawa Bhakti Satya.
“Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan.
Keberhasilan Pemprov Jatim memimpin penurunan pengangguran se-Jawa Bali diperkuat oleh data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Tercatat, angka TPT Jawa Timur pada Februari 2026 merosot ke level 3,55 persen dari periode Februari 2025 yang bertengger di angka 3,61 persen.
Nilai ini jauh melampaui capaian rata-rata nasional yang berada di level 4,68 persen, sekaligus menegaskan tren penurunan pengangguran di Jatim selama lima tahun terakhir sejak Februari 2021 (5,17 persen).
Khofifah membeberkan salah satu resep utama keberhasilan ini terletak pada kokohnya strategi link and match antara sektor pendidikan vokasi dan industri.
Sinergi ini secara masif memangkas tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 5,87 persen menjadi 5,73 persen per Februari 2026, sehingga lulusan SMK tidak lagi menyandang predikat kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jatim.
“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” tutur Khofifah.
Lebih dari itu, Pemprov Jatim juga memperluas pasar kerja hingga ke kancah global melalui jalinan kerja sama dengan 13 negara tujuan. Pada tahun 2026 ini saja, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dikirim mengikuti program magang dan kerja luar negeri, di mana 1.617 peserta di antaranya telah dinyatakan lolos seleksi dan mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Kualitas pasar kerja di Jawa Timur kian kokoh seiring dengan naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,53 persen poin menjadi 74,78 persen, dengan total penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang bertambah sekitar 388 ribu orang dari tahun sebelumnya. Gubernur Khofifah berjanji akan mengoptimalkan seluruh suntikan dana insentif Rp3 miliar tersebut untuk kembali memperkuat ekosistem investasi, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas SDM.
(Editor Aro)
#Angka pengangguran
#Bantuan insentif
#Djamari Chaniago
#Gubernur Khofifah
#Jawa Tengah
#Kemendagri
#Menteri Koordinator Politik dan Keamanan
#Pemprov Jatim
#Penurunan angka pengangguran
#Yogyakarta



Berita Terkait

Reses LaNyalla: Petani Madiun Curhat Soal Krisis Pertanian dan Irigasi
Jawa Timur.Senin, 9 Juni 2025

BSN Peringati Bulan Mutu Nasional Tahun 2024, Ini Agendanya
Ekbis.Sabtu, 14 September 2024

Pastikan Pasokan Solar, Nelayan Desa Tukak Kini Punya SPBU Sendiri
Bisnis.Minggu, 21 Desember 2025

DPP Demokrat Resmi Tunjuk Mugianto sebagai Plt Sekretaris DPD Jatim
Headlines.Kamis, 18 September 2025

